Epilog : Sebuah Penutup di Akhir Halaman Blackbook

BlackBook.

Black Book

Black Book

Para pekerja DG dan sekitarnya hingga tahun 2006 pasti tau buku apa itu. Buku yang mengisi hidup kami –para pekerja video– turun temurun hingga menghasilkan suatu karya. Sebuah buku yang jika terselip pasti kembali lagi, hingga saat ini.

Buku yang menemani kreatifitas kami ini-pun pada suatu harinya diputuskan untuk tidak menggunakannya kembali. Selain karena halamannya yang sudah mau habis, waktu (periode) penggunaan yang sudah tidak pada masanya, hingga kondisi yang sudah tidak memungkinkan untuk diteruskan sebagai buku pekerja membuatnya harus tutup-guna (beda dengan orang. Kalo orang tutup usia).

Buku ini sudah melewati paling tidak 3 tim dengan banyak orang yang menulis, membaca, menggunakan, menumpahkan ide di dalamnya. Paling tidak lebih dari 30 orang terakumulasi. Dan inilah kata terakhir yang gua tulis untuk menutup buku ini.

Epilog…

Mas-mas, mbak-mbak, bapak, ibu, oom, tante… Tulisan ini aku tulis untuk mengakhiri buku ini sebagai ‘biang ilham’ dimasa lalu. Duh, gede banget, susan nih nulisnya… Hihihi…

Yaaah… Buku ini, buku yang mulai aku dapetin di kelas 1 SMA (tahap kedua, hehehe…) , akhirnya dengan sukses telah harus aku tinggalkan. Ini memang bukan buku harian, tapi buku ini sudah merupakan isi dari kepala gua –Radian “Jawa” Kanugroho– beserta kawan-kawan dan timnya di masa lalu dalam mencapa suatu karya, idealis dan segala kegiatan berarti dalam hidup gua dimasa lalu.

Gimana aku dulu masih beridealis tinggi dengan ilmu yang pas-pasan (bikin Project DG), masih maen sama si Brian, kenal dan kerjasama bareng Eka, Moko, Thole, Ignas, Bowo, Harley, Aci untuk pertamakali, bikin STUDIO DG, Bikin Video Tahunan 2004, 2005 (gua) serta 2006 oleh Aci… Hihihi…

Jika kita review dikit, ada kata “Masa lalu adalah sesuatu yang kita kenang untuk menciptakan masa depan”, seperti yang pernah gua rumuskan bersama saudara Moko, buku ini adalah “itu”, dimana buku ini adalah ‘pembawa’ sesuatu dari masa lalu, dimana disana adalah tempat yang dapat menjadikan aku sebagai aku dan menguras habis isi otak, hati dan jiwaku.

Epilog Black Book

Epilog Black Book

Masa lalu tidak bisa kita bawa dalam bentuk materi, tapi dalam bentuk kenangan. Dan buku inilah ‘alat’ pembawa kenangan itu untuk gua bisa beranjak ke masa depan.

Dadah, Blackbook, dadah buku ilham, dadah masa lalu, biarlah semua itu tersimpan menjadi kenangan, bukan sesuatu yang berusaha kita gapai mundur.

Bubye pembaca tulisan ini (dalam buku ini)!

Semoga kenangan yang pernah tergores disini benar-benar bisa membawaku untuk menciptakan masa depan.

<tandatangan>

Radian “Jawa” K–
23/12-’06
jam setengah sebelasan.

Untuk orang-orang yang pernah terlibat langsung dalam buku ini

Hai semuanya… Waduh, singkat saja ya, gua pingin berterimakasih sekali atas apa yang telah kalian kerjakan, dalam membentuk dan menghasilkan  sebuah cita-cita. Makasih banyak ya!

Buku ini adalah bukti nyata bahwa kalian telah banyak membantu dan terlibat dalam diri gua dan untuk gua. Thx alot.

*/Disalin dari Black Book, 29 September 2009 Pk. 3:37/*

, , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: