Untuk Sahabat Gw

Rekaman :

Senin, 14 September. Hari yang cukup melelahkan sekaligus menyenangkan, unik, dan… *wew!* segalamacam rasa pengalaman bercampur jadi satu. Dimulai dari bangun pagi dan segera mengurus KTP. Mulai dari printing foto, fotokopi KK serta KTP, lalu ke kelurahan. Balik lagi karena seharusnya gua membawa KK asli. Sekalian aja gua perbarui KK gua jadi KK nasional (sistem baru).

Siang, dengan panas menyengat hingga 41 derajat celcius gua meluncur ke kampus, mengurus administrasi. Pak Aris sulit sekali ditemui. Hingga Pk. 14.30 gua memutuskan pulang dan mampir ke tempat Arman untuk minta tolong menyelesaikan urusan gua di kampus berhubung gua harus pergi malamnya.

Dipikiran gua sudah terbayang rencana-rencana selanjutnya. Gua harus hadir di PIM (Pondok Indah Mall) untuk datang pada acara buka puasa bersama, reunian kecil TK Mutiara Indonesia. Tapi kondisi mengatakan harus berubah. Arman membutuhkan monitor. Dan gua yang memiliki monitor cukup banyak di rumah bersedia menjual kepada Arman 1 buah. Lakulah dengan harga Rp. 127.000,-. Hehehe…

Adzan maghrib berbunyi, menandakan undangan buka puasa sudah seharusnya gua hadiri. Pk. 17.00. “Terlambat!” pikir gua. tapi ternyata tidak. Temen-temen juga baru kumpul belakangan. Hehehe… Ya sudah, semua berjalan lancar. Semua menyenangkan, sampai pada akhirnya terjadi kerusakan jadwal yang baru dikabarkan Pk. 19.00.

Gua yang sudah menjadwalkan keberangkatan ke Tangerang (basecamp yang harud didatangi sebelum pergi ke Bandara besok paginya) Pk. 23.00, ternyata berubah dengan dibatalkannya janji gua sama seorang sahabat gua –yang reviewnya gua bahas habis ini– yang bikin semua jadwal kacau.

Akhirnya masalah terselesaikan. Kepergian gua dipercepat dari target Pk. 23.00 menjadi Pk. 21.30 WIB. Karena percepatan waktu tersebut pula, gua sempat menulis tulisan dibawah ini menggunakan ponsel ketika sendirian di sebuah hotel di Bilangan Cikokol, Tangerang :

Curhatan :

Atau mungkin… Kesalahanlo adalah elo terlalu memberi gw kesempatan?

Bukan sebagai pacar, bukan sebagai pelarian, bukan sebagai orang yang harus gw elus-elus atau cium. Tapi sebagai sahabat –bukan sekedar kenalan– yang juga bisa saling menghibur, saling diskusi, saling bertukar pikiran, saling memperhatikan dan juga saling menyayangi.

Katalo gw lebih dari sekedar pacar, kataloe kalo gw bosen sama dia, cari aja sahabat lain –gampang–. Katalo loe sayang gw, katalo siapa gw? Gw kan bukan pacarnya?! Katalo gak pingin keilangan gw. Katalo bukan begitu. Katalo kita (akan) bisa main lagi, katalo situasi tidak memungkinkan. Katalo persahabatan itu abadi, katalo kan elo udah punya pacar. Katalo, elo minta dijaga, kata gw gw janji. Katalo lo sayang gw, kata gw gw sayang elo. Lagi-lagi sebagai sahabat.

Gw masih jatuh cinta sama orang lain. Gw masih naxir sama orang lain. Gw masih punya kekasih yang bukan elo.

Tapi elo tetap sahabat; bukan HTS, bukan kekasih, bukan pacar dan bukan mantan pacar. Tapi orang yang gw tunggu atas impian, kesuksesan, dan semua yang pernah kita bicarakan dulu. Gw menunggu untuk kita dapat main bersama lagi.

Hei, orang yang (mungkin masih) sahabat. Did you know? Mau cowok, mau cewek, persahabatan tetap menggunakan ‘rasa’. Jangan rusak setelah gw memiliki ‘rasa’ itu dong..

Gw tetap nunggu disini. Nunggu orang yang (gw rasa) belum pernah kembali dari perantauan. Yang waktu pergi minta pelukan gw atau langsung memeluk gw.

Ayo, gw tunggu. Kita main lagi…

Jika Tuh… (bukan!) kondis… (bukan juga!) ELO sudah kembali dari perantauan dan ELO mengizinkan.

Nomerloe masih gw simpan, buat sewaktu-waktu gadis rantau-ku ini sms atau nelpon lagi tanpa tau waktu seperti dulu. Ngabisin malem sampe subuh bareng, ngobrol apa aja yang bisa kita obrolin.

Cepatlah pulang, 9 bulan sudah gw nunggu elo..

SMS 1 :

Ada 7 hari dalam seminggu, ada 4 minggu dalam sebulan. Sekali-kali, ajaklah gw maen. Kontaklah gw. Gw gak tau jadwalloe. Tapi gw bakal nyediain waktu buat elo kok.

Gw tau skrg loe sibuk. Tapi 2 bulan loe di Jakarta, seolah-olah loe gak butuh gw lagi. Manggil kek, kemana kek, sekedar nemenin apa kek, anterin kemana kek..

Klo boleh tau, knapa gak boleh maen kayak dulu? Ada masalah?

SMS 2 :

Seorg Eka yg selalu antusias maxa gw dtg ke konserny klo dia ngeband di Jkt & Bdg.

Seorg Helen yg suka ngajak makan, kluyuran diatas jam 6 sore..

Bahkan ARI yg tdnya g kt suka, ttp nelpon, ngajak kami maen.

Sampe skrg. Kami semua sibuk, mslh kelg ada, pacar jg punya smua.

Lalu, knapa dgn elo? Gw brharap elo dtg lg. Bahkan lbh dr mrk klo prlu. Tp trnyata, kt kyk sbatas prnah knal doang. Hubungan kt dl itu apa? Itu yg mau gw slesaiin. Dari dulu.

Diposting pake HP

pegel nulis HTML Code di media sekecil ini..

 

, ,

  1. Bangun Kembali Persahabatan « Andi Pancaran Media

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: