Kejutan Buat Egha & Bergumul Dengan Komputer

Kejutan Buat Egha

[…lanjutan dari post sebelumnya]

Apa sih persembahan buat Egha? Jadi begini rencana kami, gua berkoordinasi dengan Agra, supaya memberitahukan rencana kejutan kepada bapak ibunya, sehingga tidak kaget. Tidak ada kembang api koq, jadi nggak ngganggu tetangga kayak tahun 2007 lalu. Hehehe… Ignas bertugas membeli kue. Dia membelikan 3 buah kue di jalan untuk Egha. Sementara gua, Rio, Sando masih memikirkan bagaimana rencana kejutan untuk mereka nanti sambil terus meng-update rencana kami kepada Agra.

Rencananya begini, Kami akan datang sekitar Pk. 00.00 WIB lebih, dan mematikan panel listrik rumah Egha. Agra harus panik, teriak-teriak. Orang tuanya juga harus tidur, supaya tidak mau tidak mau, egha yang harus menyalakan sekering itu sendiri di luar. Begitu Egha membuka pintu, kami sudah siap mengejutkan, sehingga dia teriak kaget, dan saat itu lampu dinyalakan dan kue dengan lilin dihidangkan.

Dan akhirnya kami lancarkan itu. Pk. 23.55 kami jalan dari pom bensin jagakarsa, kami menunggu di tempat yang relatif jauh dari rumah Egha tapi bisa dijangkau dengan jalan kaki, mempersiapkan semuanya dan menunggu si Capcay yang ketiduran itu. Kami datangi rumah Egha dan berusaha membuka pagar tanpa suara. Tak dinyana hal itu membuat curiga para tetangga tampaknya.

Sekering kami matikan dan Agra bergerak sesuai tugasnya. HAHAHA! Dia mengajak Egha keluar dan menyalakan steker, tapi ternyata yang terjadi adalah ribut. EGHA JUGA TAKUT! Hahahaha! Egha membangunkan bapaknya, yang ternyata hanya dibjawab dengan KENTUT! Hahahaha! Kedengaran sampai luar. Ditengah keributan-keributan itu, seorang warga dengan suara keras bertanya kepada kita “Ada Perlu apa ya?!” kami kaget, tetapi Sando sudah menanganinya, bilang bahwa anaknya Oom Jalintar ulang tahun dan kami membuat kejutan, tapi dia malah bilang ke warga lainnya dengan suara yang cukup keras “Ooooh! Si Egha Ulang Tahooon!”. Ketakutan kami bahwa Egha mendengar teriakan warga itu ternyata tidak berpengaruh. Egha terlalu sibuk untuk panik bersama Agra dalam rumah. Hihihi…

Akhirnya Egha keluar, dan Rio yang sudah di depan pintu dengan api menyala. Cukup membuat seram sih. Egha kaget tapi supaya tidak teriak, kami duluan yang meneriaki “Selamat Ulang Tahuuun!” Hehehe… Saat itu kami mengeluarkan korek gas sebagai pengganti lilin. Ritus seperti biasa, dia harus meniup korek itu sebanyak umurnya. Yaah.. Itulah, semuanya berjalan sesuai rencana. Hari yang cukup menyenangkan. Akhirnya kami pulang, sampai di Ciputat Pk. 02.00 dinihari. Hehe… Selain Capcay, semua menginap di DG.

Bergumul dengan Komputer Baru

Komputer, lagi-lagi komputer. Berhubung komputer Ignas tidak standar (compact), maka ia sudah minta dirakitkan dari tokonya, jadi tinggal install windows dan lain-lain. Tapi permasalahan ada pada komputer sando yang ia beri nama sendiri “Si Udel” (berhubung motherboard yang menjadi permasalah pertimbangan adalah tipe GA-P31 ES3G yang lebih murah atau GA-EP43 UD3L yang memiliki chipset lebih baru dan fasilitas lebih lengkap. Sando dengan keberaniannya memilih tipe EP43-UD3L, ya, si Udel, diambil dari tipe motherboard bermerk Gigabytenya tersebut. Hehe…

Masalah pertama adalah merakitnya. Bukan masalah sih, tapi butuh waktu kan untuk menyelesaikannya. Ignas selesai install Windows, komputer Sando baru kelar dirakit. Setelah itu, kami setting BIOS dan mulai menginstall. Windows XP SP2 + SP3. Belum yang lain. Tidak Vista. Mendingan tunggu Windows 7 sekalian nanti. Hehe..

Komputer dan Sando

Komputer dan Sando

Tapi ada masalah, yaitu harddisknya Sando bermasalah! Sando punya 3 harddisk, dan entah kenapa ketiganya bermasalah! Dua harddisk berformat Dynamic. Itulah masalah 2 harddisk. Tapi harddisk kesatu berformat Basic, tapi yang tadinya 1 partisi terbagi menjadi 2 partisi! Ini yang gua gak ngerti apa penyebabnya. Ya sudah, satu satunya cara adalah merecovery data yang hilang menggunakan Get Data Back For NTFS. Untuk me-recover, membutuhkan komputer kedua, saat itulah komputer pusat DG, komputer berkapasitas terbesar untuk sebagai Datacenter DG.

Setelah memindahkan komputer pusat ke ruang sebelah, serta memanfaatkan ruang harddisk yang sebetulnya tidak mencukupi untuk membackup semua data sekaligus, kami membackup satu persatu harddisk. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Belum lagi rendering beberapa mastershoot yang masih berformat AVI DV ke MPEG2 yang telah kelar diedit untuk mengompres besar file. Untung spesifikasi komputer kita sudah oke, ya! Hahaha! Render menggunakan Canopus Procoder sangat cepat! 15 jam video dapat kami render dalam waktu 12 jam. Hehe..

, , , , , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: