Dunia Ini Panggung Sandiwara

Perbincangan dilakukan dalam mobil bersama Arman Salman dan bokap gua, Budi Susanto. Bokap gua memulai pembicaraannya dengan bertanya, “Ndi, pernah denger tentang ‘Dunia Ini Panggung Sandiwara’ kan?!” tanyanya. “Iya,” Jawab gua. “Itu tidak adil ya, Tuhan kan directornya. Kalo seseorang dapet peran penjahat, lalu dia sudah melakoninya dengan baik, lalu selesai pentas (begitu mati) dia dihukum. Tidak adil ya?!” lanjutnya.

Satu mobil tertawa terbahak-bahak. Analogi yang keren menurut gua.

Sheila on7, dalam lagunya menyanyikan tentang itu, “Dunia Ini Panggung Sandiwara”. Dalam perjalanan gua berfikir, bahwa itu bener. Sekarang, siapa sih yang memberi peran dari kita? Ya sutradara dan penulis skenarionya kan?! Ya yang Diatas itu!

Siapa yang pernah mau dilahirkan menjadi seorang jahat, seorang yang merugikan orang lain. Semua orang pasti dilahirkan dengan menginginkan menjadi orang yang ketika dia kembali ke alamnya masuk ke alam kebahagiaan.

Tapi tidak adil, ternyata dia dilahirkan sebagai penjahat, perampok, orang miskin, dan lain-lain disamping karakter yang baik-baik itu. Tidak, gua sendiri tidak mau lahir jika perlu. Dunia ini penderitaan. Disamping Adam dan Hawa yang dibuang ke Bumi, kami tidak mau. Kami memang manusia, tapi kami dilahirkan tanpa dosa ya, kan?!

Tapi kemudian peranan yang dilakoni manusia sepanjang hidupnya membuat dia terbuang sendiri di dalam perangkap-Nya(?). Jika seorang pemain teater dan dia melakoni perannya dengan penuh dedikasi (yang jadi penjahat ya bener-bener berperan seperti apa penjahat itu, yang baik dan bijak ya berperan sebagai orang bijak), harusnya dia tidak dihukum donk?!

Yang seharusnya dihukum ya orang yang tidak melakoni perannya dengan baik. Misalnya perannya sebagai penjahat, tau-tau dia tidak bisa menjadi penjahat dengan benar. Harusnya DIA YANG MASUK NERAKA! Hahahaha!

Atau kalo disebutkan semuanya memainkan perannya dengan benar, ya semuanya masuk surga doonk! Hehe… Kan dalam ilmu filsafat semua ada sebab-akibat. Ada baik jika ada jahat. Ada gelap jika ada terang. Ada kesolehan jika ada kemusrikan. Hehe.. Ya supaya semuanya ada, maka semuanya memang diciptakan & di skenariokan untuk ada! Hehe…

Kemudian muncul wacana, bahwa semua manusia pasti masuk neraka karena semua manusia berdosa dan neraka adalah tempat yang berisi pendosa. Manusia bener donk masuk neraka semua?! Hehehe…

Nah! Karena jawaban tersebutlah, muncul sebuah amandemen, undang-undang pelengkap yang membalikkan sendiri kata-kata yang terdapat dalam kitab suci yang bilang bahwa jika manusia berdosa masuk neraka. Amandemen tersebut bilang, “Tuhan Maha Pengasih” atau “Tuhan Maha Pengampun”. Artinya, setiap manusia diberi kesempatan untuk masuk surga jika dia mengakui dosanya kepada Tuhan.

Macam remedial gitu kalo di sistem sekolahan SKBM saat ini? Lalu, bagaimana Sutradara itu? Dalam teater, dapat terjadi kesalahan yang diakibatkan dalam penyutradaraan. Kalo saat ini manusia tidak berperan sebagaimana yang diarahkan Sutradara, maka Sutradaranya donk yang bertanggungjawab?! Berarti Sutradara itu donk yang harus masuk neraka?! Hahahahaha

Mungkin sekarang para malaikat sedang ketawa-tawa atau tegang menyaksikan kita dalam teater bernama “Teater Bumiku”. Hehehe…

Ooh iya, kepada semua orang tua, siapa sih yang mau dilahirkan?! Gua lahir karena kalian melakukan proses hubungan sexual. Dan ketika gua lahir, kenapa gua malah harus disuruh-suruh, dimarahin dan dipaksa-paksa atau bahkan ditinggal-tinggal sama orang tua ya?

,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: