Dia yang Tak Mau Gua Tau Bahwa Dia Tau

Apa sih nih judul? Gak jelas! Hahaha…

Hal ini rupanya berhubungan dengan hari-hari sebelumnya. Sudah 3 tahun bukan Pak Budi tidak lagi di rumah?! Haha.. Ada sebuah blog, dimana si pembuat itu cadel, dan supaya dia bisa mengucapkan huruf “r”, dia membuar blog, supaya semua yang tidak bisa diucapkannya dapat diucapkan disini! Hehe… Ya sudah buat para pembaca, daripada gua ngumpetin 3 taon lebih dan kayaknya gua gak terbuka kan lebih baik gua buka..

Pak Budi sudah sejak tahun 2006 tidak lagi dirumahnya, kan>!~ Hehehe… Oke, sekarang kita bukan mbahas tentang Pak Budi, tetapi tentang dia

Siapakah dia? Tak etis lah gua sebutkan namanya. Hanya saja gua bingung mengenai dia. Kenapa gua bisa nggak cerita ke dia? Gua pikir karena dia orang yang paling pertama bisa tau, dan pada saat itu gua masih berpendapat bahwa gua gak boleh cerita ke orang lain.

Tapi gua cerita kondisi gua ke Aci, dan tahun 2006 itu gua nanya ke Aci, “Kenapa gua gak bisa nanya ke dia?”, jawab Aci “Mungkin karena dia punya rahasia ke elo.”.

Waktu berjalan…

Sempat menghilang di Bulan Oktober 2008 hingga Januari 2009, dan dari sumber yang tidak etis disebutkan namanya dia berkata “Mereka nggak akan tahu apa yang gua rasakan!” kata dia lewat si sumber itu.

Hei! Rasanya gua pernah kenal kata-kata itu. Kata yang pernah gua ucapkan juga di tahun 2006 lalu. Tapi gua gak berani menyimpulkan. Data yang gua punya belum cukup.

Dia masih menghilang dan kemudian muncul kembali. Yaah, menyenangkan lah. Hehe…

Waktu gua baru baikan sama Egha, gua review kembali apa yang gua pernah jalanin bersama, hingga pada suatu pembicaraan oleh gua, “Sebenernya, dia tau gak sih apa yang terjadi?”, Jawab Egha “Dia tau. Cuma dia bilang, “jangan sampe Jawa tau kalau gua tau. Gua gak mau Jawa tau bahwa gua tau”” katanya. << kalimat langsung bertingkat. Direkomendasikan gak ya dalam kaidah Bahasa Indonesia? :p

Yap. Dia tau. Tapi kenapa dia gak mau gua tau kalo dia tau?

Tak mungkin tak ada masalah. Biasanya kami selalu bilang apa saja. Tapi kenapa ini enggak? 3 tahun sudah berlalu hingga kemarin malam setelah kami pulang bersama Pak Budi, mukanya menunjukkan keheranan ketika Pak Budi tidak kembali ke rumah, bahkan nyokap gua juga tidak tahu siapa yang mengantar kami pulang sebelum kami beri tahu. Gua mendengar dari seorang teman, bahwa dia punya masalah yang sama ke gua. Tapi ini masih asumsi. Belum bukti. Belum ada pengakuan. Kita tunggu cerita selajutnya.

Gua berharap dia baca blog ini…

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: