Shooting CA : Pembalasan si Ballast

Jika hari dihitung sejak Pk. 00.00, maka hari ini dimulai sejak gua dan Rio masih berusaha setengah mati buat tidur tapi tidak bisa tidur karena ketawa-tawa dan cerita-cerita ‘seram’ yang bisa membuat konak mulu semalaman. Dasar dua orang mesum. Ditambah telepon dari Mas Teguh yang konfirmasi keberadaan alat membuat kami hanya tidur 2 jam hari itu.
Oke, Jam 4 standby dan Pk. 05.30 kami baru dapat masuk, lagi-lagi karena urusan birokrasi. Terlambat! Tadinya kami mau ngeshoot pabrik itu dari sebelum matahari terbit, ternyata alhamdullillah cuaca sedang jelek, jadi kami tidak dapat apa-apa juga. Hehe…

Hari itu ada beberapa kekacauan antara lain:

  • Birokrasi yang kacau, sehingga peralatan shooting sempat lama ketahan. (gak boleh masuk sama security).
  • Koordinasi kendaran dan kelistrikan yang kacau, sehingga shooting pagi gagal di dapat.
  • Koordinasi yang diambil alih sama Pak Budi, bikin anak buah gua bingung semua, gua ngambek.
  • Shooting indoor yang setnya harus dibongkar lagi karena si boss tiba-tiba mau menggunakan ruangan yang sudah di-set sedemikian rupa untuk shooting. Set di bongkar tanpa ada hasil apa-apa.

Shooting 1Di sisi lain, banyak juga sih gambar bagus yang sudah kami ambil. Tidak jelek, gua yakin. Dan pasti semua bisa digunakan. Tim sudah bekerja maksimal sesuai kemampuan mereka. Gua bangga sama tim gua ini. Walau banyak kekurangan disana-sini, tapi minimal kita tau sekarang, apa sih yang bisa dimaksimalkan dalam sebuah shooting corporate profile dengan menggunakan alat-alat yang professional. Biasanya shooting corporate profile nggak pernah seheboh ini.

Dari semua itu, akhirnya semua crew kelelahan. Shooting yang ditargetkan selesai Pk. 19.00pun mulur menjadi Pk. 21.00 Di akhir-akhir, yang bekerja tinggal sedikit. Kang Sule (panggilan kami buat Mas Deni, pengawal alat dari KA) berbisik sama gua, “Crewnya masih pada belajar semua ya?”. Gua bilang aja, “Iya!”. Dia melihat rupanya. Hehe… Berhubung tim kurang orang, tim ahli sedang pada sibuk, ya gua tarik orang sana-sini kan?!

Semuanya kelelahan. Huff… Tapi lumayan sih, mendapat hasil yang lumayan bagus. Tapi lagi-lagi masing-masing crew punya kondisi badan yang aneh-aneh. Ada yang selangkangannya lecet, ada yang kakinya cantengan, kaki gua melepuh. Arman diare (Makan sih loe man! gua donk gak makan gak papa!). Indra & Iqbal udah kayak orang mati gitu kecapean. :p Rio masih berusaha bertahan walau gua tau dia lelah sekali.

Ballast

Ballast lampu HMI ARRI

Ballast lampu HMI ARRI

Dan pada saat perjalanan pulang, kami cerita tentang pengalaman masing-masing. Salah satunya soal kelampuan. Isi dialognya adalah Lampu HMI ARRI 2,5kva itu memang berat. Tapi mereka sanggup untuk nggotong dan masang pada set-nya. Tapi ada satu yang paling parah, adalah ballastnya! Indra memulai pembicaraan, katanya begini, “Gila, abis gua ngangkut lampu HMI berdua sama Iqbal sampai depan gedung utama, kami istirahat bentar. Terus gua ngajak Iqbal, Bal, Kita ngambil tripodnya yuk, sama Ballastnya. Whaduuuh! Begitu denger Ballast langsung males, mendingan nunggu mobil dateng!”

Begitu Indra selesai ngomongin tentang ballast, satu mobil tertawa. Karena semua orang disitu pasti pernah (paling enggak mencoba) mengangkat ballast itu, dan semuanya pasti males dah! Gila! Lampu HMI itu aja bisa mencapai 25 kilo-an lho! Ballastnya bisa sampai 30 kilo-an. Lebih! Kalo yang bagian ngangkat Ballast pasti tangannya kekar tuh!

Sampai-sampai kita berfikir, kalo mahasiswa perfilman tuh ospeknya pake Ballast! Jadi biar mereka merasakan nikmatnya shooting film, mereka dipekerjakan mengangkat Ballast! Atau disuruh kesana kemari sambil mengangkat ballast. Hehehe…

Terus nanti mereka balas dendam ke juniornya lagi dengan mengangkat ballast, terus jadi tradisi Hahahahah! Taelah! Ballaaaaast, ballast… :p

Ooh iya, apa itu Ballast? Ballast itu semacam travo, yang dihubungkan ke lampu HMI atau Kinoflo (neon tanpa flickering), gunanya untuk men-trigger lampu HMI supaya dapat langsung menyala. Jika tanpa ballast, lampu HMI ketika dimatikan harus menunggu 15 hingga 30 menit untuk dapat dinyalakan kembali. Tapi lampu HMI rata2 harus menggunakan ballast untuk menyalakannya.

Ini dia foto-foto kita shooting di Chandra Asri. Klik gambar untuk memperbesar. Hehe…

Shooting Menggunakan Port Jibs

Shooting Menggunakan Port Jibs

Shooting Training

Shooting Training

Arman Ngatur Angle

Arman Ngatur Angle

 Sip. Itu dulu. Rabu minggu depan kita teruskan. Hehe… Selamat mendengarkan cerita shooting kami lagi, semoga tidak mengecewakan. Jika butuh kerjaan shooting, hubungi gua. Hehe…

, , , , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: