Tentang Cireng, Komputer Gua!

Cireng Di Ruangan Sebelah

Cireng Di Ruangan Sebelah (klik utk memperbesar)

Haahahaha! Akhirnya gua bahas juga mengenai si Cireng ini, komputer gua tercinta. Cinta sekali. Sabahabat terbaik (dalam urusan digital) gua. Selalu menemani di kala gua sedang sedih, stress, menderita, senang, suka, bangga, dan semuanya. Walaupun agak rewel, tapi beliau ini bandel sekali. Dia suka menyanyikan lagu-lagu yang membuat gua tenang, beliau suka memutarkan film-film kesenangan gua, bahkan suka bercerita yang membuat gua tertawa atau sedih. Yang hebat lagi, dia telah membantu gua mempelajari banyak hal.

Kali ini cireng sedang tidak pada tempatnya. Ia sedang duduk ndeprok di lantai ruangan sebelah karena kamar/kandangnya sedang direnovasi. Ya, renovasi yang tak kunjung selesai karena belum ada waktu dan belum ada mood juga tentunya. Hehe…

Usut punya usut, bukan hanya gua yang dia untungkan, bahkan hingga sekarang gua membuat usaha, mungkin secara tidak langsung namun pasti, Cireng telah membantu dan ikut membangun usaha ini. STUDIO DG Karyakan Imajinasi Pictures, diawali dengan karya-karya sederhana yang pengerjaannya didukung juga oleh Cireng kecil.

Lalu, kenapa Cireng? Haha… Selain chassing komputer ini yang murah (bahkan di dudukin peyot! pernah dan udah ada bagian yang peyot) dengan kisaran harga chassing Rp. 120.000,- waktu beli di tahun 2004 lalu berwarna hitam, Cireng adalah nama kucing kesayangan gua yang juga lahir di waktu bersamaan. Kucing Cireng meninggal di tahun 2005 karena terlindas oleh mobil bokap gua sendiri. Lalu nama itu gua abadikan menjadi nama komputer ini. Ya, Cireng. Hehe..

Cireng di STUDIO DG, September 2004.

Cireng di STUDIO DG, September 2004 (klik utk memperbesar)

Berawal dari bapaknya yang cukup banyak juga jasanya, Intel Pentium III 733 MHz, RAM 256 yang gua beri nama si pinky, kemudian pada 2 September 2004 datanglah Cireng kecil dengan spesifikasi Intel Pentium IV, 2,4 GHz, RAM 512, gua memulai usaha ini. Hingga pada akhirnya pada Oktober 2008, dia semakin dewasa, semakin hebat dan semakin siap membantu gua, sesuai dengan kebutuhan gua. Kini dia Intel Core 2 Duo 2,53GHz dan RAM 2048 MB.

Kini sia sudah cukup dewasa untuk tampil kedepan. Apa saja yang bisa gua banggakan? Mari kita bahas tentang Cireng Dewasa ini, sedetil-detilnya.

Spesifikasi Umum

Dalaman Cireng

Dalaman Cireng (klik utk memperbesar)

Tak berbeda dengan spesifikasi komputer pada umumnya, Cireng ber-platform Intel. Kenapa Intel, tidak AMD? Saya percaya Intel. Mungkin untuk urusan harga dan overclocing, AMD menang. Tapi soal stabilisasi serta kegunaan multimedia layaknya Video Editing yang memang menjadi bagian dari pekerjaan gua sehari-hari, gua percaya (ini subyektif) Intel.

Processor : Intel Inside Core2Duo E7200 @2,53 GHz (FSB 1066, L2 Cache 3MB, 45nm core)
Mother Board : Gigabyte GA-P31-S3G
RAM : VGen 2 x 1024mb
VGA : Foxconn NVidia GeForce 7200GS

Oke, keempat spesifikasi diatas adalah spesifikasi terbaik, terstabil dan terekonomis menurut gua yang akan menggunakannya dalam kondisi default. Kenapa Gigabyte? Terkenal dan terbukti akan stabilitsnya. Kenapa NVidia GeForce 7200GS? Karena harga terekonomis untuk VGA yang telah menyupport kelas HD (High Definition) untuk HD editing. Ooh iya, GA-P31-S3G berbeda dengan GA-P31-ES3G, ya. seri “E” adalah seri ekonomisnya. Lebih murah lagi, tapi bukan ditujukan untuk high-end user. Biasanya ada VGA OnBoardnya. Sementara tipe gua, S3G, tidak ada VGA OnBoardnya.

Peripheral

Berikut adalah perlengkapan tambahan yang gua tambahkan sebagai pelengkap dari spesifikasi standar yang ada:

Soundcard : Creative SoundBlaster Audigi 2 ZS Platinum.
IDE Card : ITE RAID 8212 PCI IDE/RAID Card

Pada tahun 2004, gua masih pake Pentium IV dan motherboard MSI P848-NeoV-2, hanya terdapat 2 colokan Pararel ATA dan 2 jack SATA. Tapi berhubung harddisk SATA masih mahal dan belum terkenal, maka gua gunakan harddisk IDE (P ATA). Tapi berhubung jaman dulu ukuran harddisk masih belum besar (kisaran 80 – 120 GBytes), maka gua yang bermain di DV yang kurang lebih menghabiskan 13,5 GB/jam membutuhkan harddisk yang banyak, maka membutuhkan harddisk secara fisik yang banyak pula.

Eksternal Storages

Eksternal Storages

Untuk memperbanyaknya, digunakan PCI IDE tambahan yang dapat menambah colokan harddisk IDE. Sekarang kenapa digunakan? Berhubung koneksi IDE yang justru berkurang sementara harddisk gua masih ada beberapa yang menggunakan koneksi PATA, disitulah gua gunakan.

Storages

Ini dia yang bisa gua banggakan. Sebuah komputer rakitan konvensional, bukan branded, bukan server. Walau punya organisasi, tapi asal anda tahu, dihitung oleh Windows XP, Cireng memiliki kemampuan menyimpan data sebesar:

2.543,05 Gigabytes (2,5 TB)

Kapasitas Penyimpanan Cireng

Kapasitas Penyimpanan Cireng (klik utk memperjelas)

Dengan spesifikasi isi harddisk dan settingan sebagai berikut:

IDE/Pararel ATA:

  1. IDE 0 (master) : Western Digital Caviar WD2500BB-55RDA0 (250 GB)
  2. IDE 0 (slave) : Seagate ST3250820A (250 GB)

Serial ATA:

  1. SATA 0 : Hitachi HDP725025GLA380 (250 GB)
  2. SATA 1 : Western Digital Caviar WD5000AACS-00ZUB0 (500 GB)
  3. SATA 2 : (eSATA) WD My Book Studio Edition (1 TB)
  4. SATA 3 : LG DVD-RW HL-DT-ST DVDRAM GH22NS40

ITE RAID IDE/Pararel ATA:

  1. Array 0 (master) : Seagate ST380820A (80 GB)
  2. Array 1 (slave) : Seagate ST380820A (80 GB)

External / USB Portable Drive:

  1. Transcend (Samsung) StoreJet 320GB

Dengan Partisi aktif sebagai berikut:

  • [C:\] : SATA 0 Partition 0 (31 GB, NTFS, “Windows XP OS”)
  • [D:\] : SATA 0 Partition 1 (187 GB, NTFS, “Important Data”)
  • [E:\] : ITE Disc 1 Array 0 (80 GB, NTFS, “Important Data II”)
  • [F:\] : IDE 0 Master Partition 0 (250 GB, NTFS, “WDC IDE 250”)
  • [G:\] : ITE Disc 1 Array 1 (80 GB, NTFS, “DVD Project Drive”)
  • [H:\] : IDE 0 Slave Partition 0 (250 GB, NTFS, “HD Project 250”)
  • [I:\] : SATA 1 Partition 0 (500 GB, NTFS, “HD Project 500”)
  • [J:\] : SATA 2 Partition 0 (1000 GB, NTFS, “Video Mastering Storages 1TB”)
  • [K:\] : SATA 0 Partition 2 (31 GB, ext32, prepare for Mac OS X)
  • [L:\] : SATA 3 (DVD-Rom)
  • [M:\] : USB Device (320 GB, NTFS, “Radian “Jawa” Mobile“)

dengan jumlah total 2.729 GB atau terbaca 2.543,05 GB pada Windows XP

Sistim Operasi

Desktop

Desktop

Hingga saat ini, gua bertahan pada sistim operasi Windows XP Professional SP3. Karena gua rasa paling stabil dan ringan diantara yang lain (Windows Vista misalnya atau Mac OS X Snow Leopard yang harus bersifat Hackintosh jika diinstall pada platform ini).

Windows Vista seperti yang sudah gua duga, terlalu berat dan besar untuk sebuah Sistem Operasi. Tidak kondusif. Justru yang ditunggu-tunggu oleh gua adalah Windows 7. Tanggal 23 Oktober kemarin Microsoft sudah meluncurkannya. Tinggal kita tunggu kehadirannya di warung jamu saja.🙂

Seperti biasa, gua selalu terlambat untuk beralih ke beda Windows. Seperti misalnya pada tahun 2002, gua masih mengandalkan Windows 98 sebagai Sistem Operasinya (apalagi dengan keterbatasan processor yang masih Pentium III 733). Tahun 2003, Windows 2000 mulai memasuki ‘kawasan’ PC gua, yang diinstall secara multiboot OS dengan Windows 98. Apalagi dilihat dari kemampuan hardware editing (miro DC30+) yang drivernya hanya menyupport Windows 2000 maksimal. Dan pada awal tahun 2004, Windows 98 mulai ditinggalkan, beralih dual booting Windows 2000 dengan Windows XP. Dan setelah terbelinya Pinnacle DV500 Pro di pertengahan 2004 yang menyupport Windows XP, baru kami beralih sepenuhnya ke Windows XP hingga sekarang.

Pada Windows, peralihan teknologi harus diwaspadai karena tidak menjamin kestabilan, dan Windows berani mengeluarkan sebuah proyek ‘coba-coba’ di pasaran. Sebagai karakteristiknya, maka gua percaya Windows 7 dapat menggantikannya.

Masalah driver, kini bukan lagi masalah karena Windows 7 support backward compatible. Selain itu, tidak ada driver yang terlalu riskan untuk digunakan walau harus menginstall OS baru ini. 64 bit, I’m Comming!🙂

Lain-Lain

Sedikit info, gua tambahkan banyak kipas yang disambungkan dengan power 220v -> 12v eksternal untuk mendinginkan beberapa PCI Card dan harddisk. Karena kabel serta harddisk yang menumpuk dapat membuat panas hingga 70 derajat celcius.

Power Supply yang gua gunakan EnLight 420 Watt.

Akhir Kata

Akhir kata, itulah sedikit (sedikit kayak gini?!) penjelasan tentang si Cireng, semoga membantu jika anda butuh merakit sebuah komputer ekonomis dengan performa yang gua bilang luar biasa tinggi. Membanggakan, lho! Hehe…

Terimakasih!😉

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  1. Dadah Windows XP, Selamat Datang Windows 7! « Andi Pancaran Media

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: