Dadah Windows XP, Selamat Datang Windows 7!

Oke. Hehehe… For Your Information, kenapa gua tidak bisa mengupdate blog selama kurang lebih 4 hari? Oke, jawabannya satu yang pasti anda semua sudah tau dengan melihat dari judul : Bahwa MODEM GUA GAK BISA CONNECT Hehehehe… :p taelah…

Enggak, enggak… Gua memang berminat sekali untuk migrasi ke Windows 7. Sejak terbitnya Windows 7 tanggal 23 Oktober 2009, gua langsung sudah menanti releasenya versi ‘jamu‘nya. Apalagi di web jamuan warez-bb.org sudah terpampang tuh, “Windows 7 Ultimate + Jamu”.  Tapi gua yakin belum ada. Banyak gua tanyakan kepada orang-orang, “Dimana tempat jualan DVD jamuan yang paling up to date di daerah Jakarta Selatan – Depok?” sayang tak ada jawaban yang memuaskan. Lalu saya berfikir, menunggu atau lari ke Mangga 2 (tempat yang memang paling up to date). Dan ini adalah sebuah cerita, sekaligus review dari gua tentang Windows 7, “Sistem operasi untuk PC terbaik yang pernah kami bangun,” klaim Steve Ballmer (CEO Microsoft) dalam keterangannya, yang dikutip Information Week, Rabu (30/9/ 2009).

Setelah bangun siang dan siang itu terima cek dari Pak Budi yang ternyata baru bisa diambil keesokan harinya, sore itu feeling gua baik dengan pergi ke rumah Arman untuk mengembalikan kamera yang waktu itu gua pinjam saat memotret perpisahan Egha, lalu ke Poins Square Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Tujuannya habis itu gua akan ke Tebet, tempat Mas Teguh untuk melunasi pembayaran sewa alat yang angkanya mencapai Rp. 8.610.000,-.

Ya, hari Kamis, 5 November 2009. Pk. 15.00 gua meluncur menuju Poins Square Lebak Bulus Lantai 3 tempat komputer dan gadget untuk menuju ke kios software jamuan. Tak dinyana, hari itu posisi eskalator terbalik. Yang terakhir sebelumnya jika posisi eskalator naik ada di sebelah kanan dan langsung bertemu dengan pedagang software jamuan, kali ini posisi eskalator naik ada di sebelah kiri. Sehingga jika kita naik, kita tidak bisa langsung sampai di atas karena posisi eskalator sebelah ini beribet (ditujukan supaya orang tidak langsung keatas, melainkan mampir-mampir dulu sambil berjalan dari eskalator yang satu ke yang lain).

Oke, langsung tibalah gua di tempat penjual software tersebut. Dan ya itu, ada. Tergantung, bergelantungan di rak-rak besi itu. “Windows 7 Ultimate 32-bit”. Disebelah kanan gua, di kasir, ada seseorang pembeli juga yang sedang minta ganti keping DVD Windows ini karena ada missing file katanya. Agak takutlah gua, berhubung yang gua beli copy yang sama. Gua yang menginginkan menggunakan RAM diatas 4 GB ni bertanya kepada embak-embak penjaganya setelah urusan mbak-mbaknya kelar dengan orang itu, gw tanya ada nggak yang 64 bit, katanya belum ada dan DVD itupun baru dateng tadi pagi. Oke, gua ingatkan, ini versi final ya, bukan RC (Release Candicate).

“Whuih! Beruntung banget gua. Datang dengan tidak sia-sia!” pikir gua. Oke, gua beli. Rp. 72.000 adalah uang terakhir di kantong gua saat itu. Cek belum bisa dipecahkan. Oke, dengan sebuah perjuangan dan pemikiran gambling, oke. Gua beli. Setelah pergi ke Tebet dan pulang kembali, Pk. 01.30 dimulailah sebuah operasi revolusioner untuk merubah secara total sistem Windows komputer ini secara drastis dengan segala resiko yang ada (driver gak jalan, software juga gak jalan dsb). Hal ini belum pernah gua lakukan sebelumnya, mengingat :

  1. Sampai dengan tahun 2002, gua bertahan di Windows 98 sebagai OS.
  2. Akhir 2002 hingga pertengahan 2003, gua menggunakan Dual OS  : Windows 98 & Windows 2000
  3. Pertengahan 2003 hingga 2003 akhir, gua gunakan Windows 2000 murni.
  4. Awal 2004 hingga Agustus 2004, gua gunakan Dual OS : Windows 2000 & Windows XP. Rumor “XP Jelek!” telah membuat gua tertinggal 3 tahun untuk beralih ke sistem operasi yang kala itu baru tersebut. Ditambah dengan sebuah hardware andalan (editing) Miro DC30+ yang tidak ada driver untuk Windows XPnya.
  5. Hadirnya Pinnacle DV500 pada Agustus 2004 yang drivernya sudah menyupport Windows XP membuat gua beralih sepenuhnya ke Windows XP (sehubungan dengan ter-upgradenya komputer dari Pentium III 733 MHz menjadi Pentium 4 2,4 GHz).

Dan Windows XP bertahan dalam dunia komputerisasi gua sejak Agustus 2004 hingga sekarang dan hari ini, 5 November 2009, tanpa harus membuat dual boot OS, gua dengan nekad memberanikan diri bermigrasi ke Windows 7 melompati Windows Vista yang memang mengecewakan. Oke, ini adalah kondisi layout standart Windows XP yang biasa gua jadikan default sampai dengan hari terakhirnya.

Tampilan Terakhir Windows XP, 6 November 2009

Tampilan Terakhir Windows XP, 6 November 2009

Dan setelah mengobrak-abrik hardware komputer seadanya, yang tadinya kondisi semula seperti pernah tertulis disini, kali ini gua mencabut 2 harddisc IDE serta ITE RAID 8212 untuk penambah PCI IDEnya. Kenapa? Selain gua tidak menjamin bahwa ITE RAID itu disupport drivernya oleh Windows 7, 2 harddisk 80 GB yang terlalu kecil dan memakan daya > harddisk 500GB tersebut hanya akan menguras daya PSU yang sudah mepet ini. Oke, 160GB bukan masalah. Jadikan tempat penampungan data simpanan gua pikir. Dijadiin eksternal nanti.

Instalasi Windows 7

Inilah saat gua menghela nafas, terakhir kali memencet tombol start pada Windows XP, turn off computer, dan pilih Restart. Sori gua gak kepikiran buat motret, tapi kemudian boot, pilih booting dari BIOS ke DVD dan masuk ke booting Windows 7. Takut sekali sih. Takut ada apa-apa.

Pertama memang initializing yang lama saat memulai instalasi, sebelum melakukan proses apa-apa. Berbeda dengan Windows XP yang benar-benar first installnya diinstall secara primitif (dengan text ACSII), Windows 7 secara penuh menggunakan GUI (Graphics User Interface) yang gua yakin membutuhkan performa default (tanpa driver) dari VGA yang harus prima.

Oke, sedikit tahapan akhirnya sampai dengan tahapan select disc where you want to install windows 7. Oke, tahap berat karena harus memutuskan menekan tombol ‘format’ di Drive C:\ dan berhubung gua punya sisa 30 GB sisa-sisa peninggalan Mac OS X Leopard, gua satukan saja. Total menjadi sekitar 60 GB untuk OS. Oke, operasi penggabungan dan format selesai, komputer tanpa OS. Salah pencet drive, habis semua pula. Oke, siap-siap melihat semua dan gua klik ‘Next’ dan nggak bisa.

Apa? Nggak bisa?!

Next. Nggak bisa. Next. Nggak bisa juga ampe bego. Hehehe…lha gimana ini? Oke. Gua baru inget kalo susunan drive di BIOS dari 2 harddisk IDE duluan. Oke, restart, cabut power dari 2 harddisk tersebut. JALAN! Hahahahahay! Oke, terinstall dan terinstall. Next, next dan next. Hehe…

Oke, langsung. Walau harus menginstall Win7 sebanyak 2x (yang pertama gagal gara-gara salah crack buat Photoshop dan “Liscence Failed”). Hehe… Maklum, saya kan pembajak sawah. Hehe.. Ini dia reviewnya.

win7_2

Klik untuk memperbesar

Windows 7 sangat kondusif. Dengan responsif yang sangat cepat, jauh lebih cepat ketimbang XP, apalagi vista. Grafis yang (menurut gua) sedikit mengadaptasi OS X milik Apple Macintosh cukup membuat Windows 7 tampak ‘cantik’ dan ‘antik’. Windows 7. Yang jadi masalah tinggal driver-driver yang belum compatible, seperti driver SoundCard gua yang belom final, membuat suaranya jadi sedikit cempreng.

Yang sangat bermasalah adalah driver modem WellComm AIJI CDMA 1x gua tidak bisa terdeteksi dan di internetpun belum ada yang menyediakan driver updatenya, membuat gua terpaksa membeli modem baru ini. Tapi untung, membeli di pameran dengan harga Rp. 499.000,- sudah mendapat modem Fren Mobi lagi, plus kali ini support EVDO Rev. A yang mendukung percepatan hingga 3,2 mbps.

Ooh iya, yang antik dan tampak dari depan unik adalah seleksi pemindahan software yang antik. Hehe.. Yang pasti, luxury dari Windows sangat tampak. Dengan semua jendela yang relatif transparan layaknya hologram, Microsoft ingin menciptakan sebuah sistem operasi yang cantik. Dengan tombol di keyboard [logo windows] + [tab], anda dapat membuat pemilihan aplikasi yang cukup penting dan efektif.

Windows 7 Selection

Windows 7 Selection

Mengenai kenapa gua bilang yang kali ini seperti Windows, maka akan tampak ketika anda sudah mulai bisa menggunakan dan memanfaatkan fasilitas “Pin application on taskbar” ini. Melihat ini anda pasti ingat akan satu hal : yaitu kumpulan aplikasi pada Mac OS X (maaf, gak tau namanya, lupa). Hihihi… Tapi jujur disamping semua itu, ini adalah solusi yang efektif. Walau tidak ndut-ndut-ndut (icon memperbesar ketika disatroni kursor mouse), tapi ini solusi yang cukup baik. Anda bisa membuka software dengan menggunakan fasilitas search di start menu, lalu setelah keluar, dia akan terpampang di taskbar. Setelah di close, ada 2 pilihan, pertama di pin (sehingga tidak hilang, dia akan tertinggal di taskbar, dan fungsinya seperti OS X atau Quick Launch di Windows sebelumnya), yang kedua adalah ketika di close, icon aplikasi yang ada di taskbar menghilang. Ini dia..

Windows 7 Taskbar

Windows 7 Application Taskbar (klik untuk memperbesar)

 Oke, ini adalah sistem operasi yang gua tunggu-tunggu. Overall penggunaannya bagi gua yang sebelumnya pengguna Windows XP relatif asik, tapi asing, layaknya menggunakan sistem operasi baru. Tapi ada beberapa hal yang menurut gua unik, yaitu task manager monitornya cukup lengkap. Silahkan dilihat sendiri gambar dibawah ini

Windows 7 Taskbar Monitor

Taskbar Monitor (klik gambar untuk memperbesar)

Satu hal yang tidak gua sangka adalah memory yang terbaca 2 GB, sesuai dengan physical memory yang tersedia. Berbeda dengan Windows XP, virtual memory (yang di Harddisk) juga dibaca sebagai satu-kesatuan memory. Sementara ini jika disatukan dengan virtual memorynya menjadi 4092MB, tapi tidak dihitung oleh grafiknya.

Terpotong

Gambar Terpotong, Klik untuk memperbesar

Ooh iya, hal yang aneh lagi adalah tampilannya yang agak melar kesamping. Sehingga video tampak peyang kesamping. Tertarik. Hal ini bisa gua simpulkan karena melihat tulisan pada wallpaper yang seharusnya tidak terpotong (sudah lama sejak Windows XP), tapi kali ini terpotong. Gua pikir karena settingan monitor dan monitor gua yang masih CRT semi-flat ini? Atau… Apa? Masa’ sih? Kalo begitu kan harusnya tidak terpotong.

Dulu gua pake resolusi 1152 x 864, sekarang gua pake resolusi 1280 x 1024px. Jadi kecil-kecil gini, tapi rekomendasi dari si Windowsnya sih. Gua naikin jadi 1152 lagi koq iconnya jadi guede-guede banget terus gak ada space buat apa-apa… Tapi ternyata sama aja, mau pake resolusi berapapun, kanan kirinya terpotong!

Ada apa ini? Apa ada kesalahan di settingan gua? Atau Windows 7 ini yang memang agak aneh? Masalahnya video jadi melebar kesamping! Ada yang tau kenapa dan apa pemecahannya?

Yaa~aaah, fatal nggak fatal ini. Tapi kalo gua pake buat ngedit gambar yang agak fatal. Gambar bener gua bilang peyot lagi ntar, terus dibenerin, malah jadi peyot.

Windows 7 UAC Setting

Windows 7 UAC Setting (klik untuk memperbesar)

Nah! Lalu buat yang bagi sebagian orang dibilang di Windows Vista mengganggu adalah announcementannouncement yang istilahnya “Cerewet” itu. Allow, Deny. Hehe.. Di Win 7 juga ada, bisa secerewet Vista, tapi bisa tidak ada sama sekali. Nama fasilitas ini adalah UAC (User Account Control), jadi bisa kita kendalikan kepekaannya. Gua sih pake paling rendah aja. Gua males pake reseh-resehan gitu. Hehe.. Tapi resiko berarti gua ambil sendiri. Gua yang harus bisa memilah-milah mana yang harus dijalankan atau tidak.

Yang pasti, intinya, sampai tulisan ini selesai di tulis, 8 November 2009, gua masih belum menemukan kekecewaan selain masalah driver. Karena driver sendiri ada pemecahannya. Microsoft menyediakan plug ins XP on Windows 7 yang sebetulnya bisa menjalankan driver XP di Win7. Tapi belom gua download, malas dan sudah stabil, malas ngambil resiko lagi.

Overall, gua sih recomended banget pake Windows 7. Selain tidak seberat Windows Vista (yang menghabiskan memory 1 giga bahkan lebih dalam kondisi idle), Windows 7 hanya menghabiskan 550 – 700mb pada kondisi idle, Windows Vista juga bisa membuat kita bangga dengan PC kita dan bisa kita bilang minimal sama diri sendiri, “PC gua gak kalah koq sama Macintosh!”. Hehehe…

Selamat MENCOBA! Beli yang asli ya. Jangan kayak gua.🙂

Terimakasih!😉

, , , , , , , , , ,

  1. #1 by rukzolanganz on 8 November 2009 - 04:22

    Lumayan keren boleh dicoba nehhh

  2. #2 by Dhika on 8 November 2009 - 17:39

    manteb sekali memang windows 7 itu.

    saya emang juga suka beli bajakan, hehehee

  3. #3 by Harley on 8 November 2009 - 23:04

    ah biasa aja.. dari RC uda pake..
    lebih tertarik pake HP-UX ato AIX..
    coba deh
    lebih keren
    lg pula versi 64 bit itu ga bakal jalan kok di pc lo wa..
    kan kudu pake processor 64 bit

    • #4 by Penulis on 8 November 2009 - 23:10

      Siapa bilang processor gua gak support Viiv? Hihihi… Processor gua support 64 bit yee.. Hihihi…
      “Intel* 64 architecture for 64 bit computing.

      Hei, gua E7200, bukan versi 5000an. Hehe…

      Jangan pake yang versi RCnya, jauh berbeda. Ini versi Final.😀

      Kalo pake HPUX atau AIX, software editing gak jalan tanggung jawab ya. Hihihi…

  4. #5 by Shanna on 25 Januari 2013 - 16:02

    Your style is very unique in comparison to other folks I have read stuff from.
    Many thanks for posting when you’ve got the opportunity, Guess I will just book mark this site.

  5. #6 by tactical airsoft equipment on 3 Agustus 2016 - 00:59

    Heavier ammunition retains better wind resistance when fired, and advantages more from a better hop-up than lighter alternatives.

  1. Modem Mobi Pantech PX-500 Baru! « Andi Pancaran Media

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: