INDOCOMTECH 2009 :: Ini Baru PASAR!

Indocomtech 2009Oke ini adalah tulisan yang seharusnya hari Sabtu kemarin gua terbitkan. Tapi karena lelah untuk menulis, ya sudah ini gua selesaikan sekarang.

Oke, INDOCOMTECH. Siapa sih yang tidak tahu? Pameran komputer terbesar di Jakarta yang hadir di tiap tahunnya. Pertama kali gua kenal INDOCOMTECH sendiri di tahun 2004, datang sebagai anggota dari forum chip.co.id. Dan akhirnya, gua bersama teman-temanpun selalu menghadiri acara ini kecuali dua tahun lalu. Tapi dari tahun ke tahun, selalu ada yang berbeda dan ada yang membuat gua tidak nyaman untuk kembali hadir di INDOCOMTECH. Apa itu?

Dan buat apa gua ke INDOCOMTECH tahun ini? Untuk membeli sebuah MODEM! Hahahay! Keapa harus sampai ke INDOCOMTECH? Berikut liputan dan kisahnya.

Oke, SABTU, 08/11/2009, setelah tidak tidur karena chatt dengan Egha dan Satyo, Pk. 06.35 gua tertidur (jam terakhir yang gua lihat) akhirnya gua tertidur. Karena ada janji dengan Pak Ish mengenai pembuatan video profil Gonzaga di Kolese Gonzaga Pk. 10.00, padahal gua bangun Pk. 09.45, akhirnya gua undurkan Pk. 12.00.

Oke. Gua bangun (sempat-sempatnya sih pake nginstall software buat Windows 7 dulu) dan segera mandi, ngibrit ke Gonzaga. Kali ini kecepatan standar, 35 menit hingga disana. Sampai di Gonzaga, Pak Ish tidak ada di ruang moderator. Tampaknya gua terlambat 20 menit. Gua mencari Pak Ish dimana-mana tidak ada. Gonzaga saat itu gelap. Mati lampu. Gonzaga Festifal (GonzFest) yang sedang diadakanpun kelistrikannya disokong dengan genset 5KVA yang hanya untuk audio.

Di ruangan yang seharusnya Pak Ish berada, hanya ada 1 orang sedang mengetik menggunakan Apple MacBook Pro-nya. Erica Pricilla. ‘adek’ gua. Sebagai sekertaris 1 GonzFest, dia sedang sibuk mengetik surat perjanjian. Entah buat apa. Tidak banyak bicara, lalu gua kebali mencari Pak Ish, dan Pak Ishpun datang.

Negosiasi kekeluargaanpun dimulai. Hari itu Pak Ish bilang, katanya gua tidak “seliar” yang dia perkirakan. Dia mengharapkan gua –kami– sudah bisa lebih menjadi –kami– yang dia pikirkan. Tapi gua yakinkan, buat diri gua sama buat dia paling enggak, “Lihat nanti, pak!”. Bersabarlah, maka bapak yang akan memetik buahnya kan? Tapi, makasih banyak pak atas omongannya. Cukup memotivasi. Minimal diantara orang-orang disekeliling gua yang tidak mendukung, masih ada yang mendukung gua ntuk mengeluarkan ‘keliaran’ yang dari dulu gua harapkan. Gua pikir gua bakal mati karena kondisi. Huff..

Oke. Negosiasi selesai Pk. 14.00 dan gua berencana untuk ke kostan Moko yang katanya ingin meminjam DVD Windows 7 ‘berjamu’ itu. Tapi tidak. DVD Windows 7 tertinggal di rumah dan guapun harus membeli modem Mobi seharga Rp. 499.000,- di poins. Oke, rencana gua ubah. Gua ke poins dulu untuk membelinya lalu ke rumah mengambil DVDnya dan ke kostan Moko setelah itu.

Tapi (lagi-lagi) kondisi berubah setelah modem yang gua cari (lagi-lagi) tidak ada. Yang ada hanya modem mobi yang tipe PCMCIA (PC Card). Atau gua ditawarkan modem GSM (HSDPA) dengan provider M2, XL atau telkomsel. XL gak jelas, M2 udah banyak keluhan, telkomsel berquota. Ya sudah, lupakan HSDPA, tetap bertahan di EVDO Rev. A (asal jangan CDMA 1x)! Gua pikir di gambar yang ada di internet modem PCMCIA itu dapat juga dikoneksikan ke USB. Kalo PCMCIA… Mana bisa! Gua kan pake Desktop! PCMCIA defaultnya hanya ada di Notebook. Hwaduh… Semua toko di Poins gua cari gak ada yang USB, kosong katanya. Semua menjual yang versi PCMCIA. Tapi ada sebuah toko bilang ke gua, “Mas, kosong, mas… Barangnya habis semua ke pameran di INDOCOMTECH” katanya.

Pada saat itu gua baru ingat, bahwa di JCC (Jakarta Convention Centre) ada pameran komputer tahunan terbesar : INDOCOMTECH. Melihat waktu menunjukkan Pk. 1500, tanpa pikir panjang, SMS Moko untuk membatalkan ke kostannya, ke parkiran motor dan meluncur ke Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta Selatan saat itu juga. Perjalanan menghabiskan waktu 45 menit (dengan sedikit macet) dan parkiran penuh. Suatu feeling jelek.

Manusia di Indocomtech

Manusia di Indocomtech

Oke, ini INDOCOMTECH, bukan pasar festival, pasar swalayan apalagi pasar tradisional. Indocomtech 2009 sangat ramai layaknya cendol. Cendol manusia (catatan : cendol itu mirip dengan dawet, minuman asli Jawa Tengah, bukan milik Malaysia Maling Sia). Sambil melihat kanan kiri dengan orang-orang multiface, mulai dari orang yang gak jelas, pedagang kaki lima, calo tiket masuk, orang yang tidak memungkinkan tertarik dengan gadget, orang gaul, orang bawa sekompi keluarga dan orang-orang yang kayaknya tidak memungkinkan tertarik atau mengerti dengan gadget seperti ini.

Di paling depan ketika masuk ada mobil van SMART yang sedang promosi koneksi internet broadbandnya. Wih! Gua kaget. Semua promosi.

Ehem. Dengan bertahan untuk tidak membeli tiket pada calo (Rp. 11.000,-) gua menuju tempat pembelian tiket. Sedikit mengantri, tapi tidak terlalu lama. Paling 3 hingga 5 menit (Rp. 10.000,-). 1 tiket hanya untuk 2 kali masuk. Maksudnya gimana? Pertama kali masuk, tiket akan disobek oleh petugas. Setelah akan keluar, kita di cap oleh petugas. Dan untuk masuk kedua kalinya, sobekan tiket akan diambil oleh petugas, sehingga kita tidak bisa keluar dan masuk untuk yang ketiga kalinya.

Oke, ingat, gua kesana hanya mau membeli modem. Tujuannya sudah jelas. Gua masuk ke dalam Mencari tulisan “Mobile-8” tapi tidak ada. Yang ada hanyalah SPG-SPG yang ada (ada yang cantik maupun buluk sekalian) menawarkan produk-produknya termasuk berbagai jenis koneksi internet baik modem, mulai dari ADSL hingga broadband internet. Tapi harganya tidak ada yang seperti yang gua mau. Harga kisaran paket modem dan koneksinya yang lain antara Rp. 629.000,- (HUAWEI modem + telkom flash), Rp. 699.000,- (XL unlimited atau IM2 + Huawei Modem serta SMART dengan modem axesstel), Rp. 888.000,- (SMART dengan modem Haier) bahkan Rp. 999.000,- (dari paket XL dengan modem ZTE atau Huawei XL).

Lautan Manusia

Lautan Manusia

Dalamnya sangat penuh. Sangat tidak kondusif. Nggak lagi seperti dulu yang datang kesana itu menyenangkan, seperti ibu-ibu yang datang ke butik. Tapi ‘butik’ gua kali ini tidak lagi sekondusif dulu. Semua kondisi mulai berubah sejak 3 tahun lalu. Lagian gua salah datangnya hari Sabtu. Ya, resiko. Oke, gua berputar dan mengelilingi 2 dari 3 hall yang tersedia (dimana sebetulnya ada 1 hall lagi, tapi diisi dengan pameran buku gitu). Putaran pertama gua tidak begitu peduli, yang gua cari adalah “modem! modem! dan modem”. Oke, hall pertama tidak gua temukan, gua melewati sebuah lorong tempat berpindah hall, lorong yang masyaallah padetnya. Ada beberapa stand yang namanya antik kita dengar disitu mulai dari stand software lokal “Zahir”, EDIFIER (speaker), Logitech dan Genius.

Desak desak dan desak. Akhirnya berpindah pula ke Hall B. Hohoho… Dari kejauhan gua melihat tulisan “SMART”. Ya, salah satu provider saingan dari Mobile-8 yang dari target gua. Hampir beralih ke SMART karena gua sempat kesel sebelumnya dengan Mobi dari Mobile-8 yang pernah gua tulis disini, tapi sayang, dana tidak mencukupi. Dana yang gua siapkan hanya untuk modem Rp. 499.000,- dari Mobi ini. Sementara yang lain? Mungkin gua bisa membeli produk SMART yang Rp. 699.000,-, tapi dengan resiko gua tidak makan atau membeli bensin hari itu. “Tidak!”, pikir gua. Gua harus berusaha dulu untuk mencari produk Mobi disitu. “Harga paling murah dengan paket unlimited bulanan termurah ya Mobi“, pikir gua lagi. Itu pameran terbesar se-Indonesia, nggak mungkin Mobile-8 tidak membuka stand, kecuali mau bangkrut (mungkin).

Pada saat itu gua langsung mentolelir kekecewaan gua yang pernah gua alami sebelumnya. Gua hanya punya 3 pilihan, tidak bisa online karena modem lama tidak terbaca di Windows 7, kembali ke Windows XP demi bisa OnLine, atau tidak makan karena memaksakan membeli modem dan provider lain?! Oke, gua tetep bertahan pada pendirian gua.

Modem Mobi "Pantech PX500"

Modem Mobi "Pantech PX500"

Tidak ada, tidak ada stand Mobile-8!!! Gila! Ya sudah gua berkeliling hingga di sebuah stand toko, menjual modem Mobi berbentuk flashdrive, kecil, USB. Begitu gua tanya harganya Rp. 899.000,-. Gila! Gak sanggup gua! Mendingan beli SMART deh! Tapi meneruskan perjalnan entah dua atai tiga stand disana, ada yang menarik. Gua ingat warna oranye bungkusnya dan gua samperin, “Gotcha!”. Tawar menawar berlangsung lama, tapi pedagang tetap bertahan di Rp. 499.000,- seperti harga yang dipromosikan oleh Mobile-8 lewat media.

Oke, langsung menuju keluar lewat pintu Timur, dan “haaaaaah.. legaaaaa!” pikir gua. Hehehe… Saat itu Pk. 16.15. Proses diatas berlangsung cepat. Tapi begitu sampai di luar, Mila (Mila Fajria, BCUI ’06) yang juga nyidam modem menelpon gua. Dia nanya tidak ada yang jual modem di tempat yang gua rekomendasikan, poins square. Gila pikir gua. Kenapaaa~aa ini… Ya sudah gua suruh dia ke INDOCOMTECH sini. Pameran. Gua jelasin semuanya yang dia sendiri bingung kenapa kebetulan sekali.

Oke, dia memutuskan ke INDOCOMTECH. Tapi, sebagai anak Bekasi dan pacarnya sebagai anak Pasar Rebo yang pengemudi mobil, gak tau jalan ke Senayan… T_T ya sudah, dengan susah payah gua memberitahukan gimana cara kesananya, sementara gua menunggu di warung makanan gudeg di depan JCC, akhirnya mereka tiba dan kita masuk lagi. Masyaallah…

Yang bajingan lagi, Mila dapet modem itu seharga Rp. 490.000,-!!! @.@ sialan! Bajingan keduanya, gua baru denger gosip malamnya bahwa di hari Minggu (besoknya) semua barang-barang di pamerang akan diturunkan hingga 50%. Masih gosip sih, gua gak kesana Minggu, tapi kalo beneran, bajingan tenan. Bajingan ketiga adalah, Mila dan pacarnya LUPA mbalikin duit gua 2 x Rp. 20.000,- yang gua pake buat mbeliin tiket sebelum mereka datang! Guanya juga lupa nagih! Grrrr… Ya sudah, amal. Hehehe…

Tapi akhirnya semuanya ke-cover dan malamnya, gua (bukan Mila) dengan sukses bisa menikmati kecepatan EVDO Rev. A yang sampai 3,2 mbps ini (tergantung paket bulanan yang gua beli sih) ini. Hehehe…

Alhamdullilah…

, , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: