Sejarah Perinternetan Konvensional Gua & Indonesia (Opini)

171kbps5.20.12.11.2009

Klik gambar untuk memperbesar

“Gila! Sampei 1,3 mbps?” Itu reaksi gua ketika mendapatkan kecepatan sebegitu tingginya setelah menggunakan paket UNL150 dari Fren Mobi.

Seumur-umur gua menggunakan internet belum pernah mendapatkan kecepatan setinggi ini dalam koneksi internet konvensional-pribadi. Secepet-cepetnya koneksi internet yang pernah gua gunakan maksimal adalah 384 kbps ketika gua menggunakan layanan ADSL di tahun 2004-an. Setelah itu kembali koneksi jeblok ke urutan dial-up.

Rupanya pembicaraan mengenai koneksi internet ini sudah banyak gua lakukan dari dulu, sejak zaman SMA. Bahkan ternyata, duliar sanapun banyak yang sudah berfikir mengenai koneksi internet dengan biaya flat (unlimited) dengan harga murah demi terciptanya masyarakat Indonesia yang tidak gaptek. Berikut adalah pembahasan mengenai diri gua, hubungannya tentang perkecimpungan gua di dunia maya.

Terjun Ke Dunia Maya

Email Pertama

Klik Untuk Memperbesar

Buat gua dan (yang gua lihat) bagi sebagian orang, seputaran hari ulang tahun adalah saat dimana kita memulai sesuatu yang baru. Misalnya teman gua, Ignas Praditya Putra berhasil membuat film yang terbilang sukses pada kelasnya yang diputar perdana pada ulang tahunnya yang ke 20 (21 Mei 2007). Guapun membuat blog ini 1 hari sebelum hari ulang tahun gua, yang kemudian mulai aktif gua tulis pada hari ulang tahun gua. (3 September 2009). Dan hal yang lucu adalah penggunaan internet pertamakali yang gua lakukan ternyata dimulai 2 hari setelah hari ulang tahun 9 tahun lalu (5 September 2000).

Rekaman yang ada adalah ketika gua membuat email untuk pertamakali. Berbasiskan mail Yahoo!, di bantu mas Yudhi (seorang karyawan di kantor bokap gua), gua membangun sebuah email. Sebuah langkah awal gua untuk hidup di duna internet. Email adalah suatu hal yang penting pada saat itu, sebelum jejaring sosial, forum, dan inbox-inbox lokal lainnya tercipta. Saat itulah gua terjun ke dunia maya. Perlahan, namun pasti.

Koneksi internet pada saat itu kami menggunakan koneksi Dial Up dengan kecepatan maksimum 56,6kbps (kilobit per second, atau setara dengan 7,075KB/s [kilobyte per second], 1 byte = 8 bit) maksimum, walau tidak pernah mencapai angka maksimum.

Email Dengan Teman Online Pertama

Email Dengan Teman Online Pertama, Ilham Rafjon. Klik gambar untuk memperbesar.

Akhir 2001 atau awal 2002 muncul sebuah kartun Jepang (Anime) di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia berjudul Inuyasha dan kemudian diputus penayangannya, padahal gua salah satu penggemarnya. Disitulah gua marah dan mulai mencari informasi bahkan protes di website dari stasiun televisi tersebut. Jaringan sosial yang pertama kali gua masuki, fasilitas RespondOnline dari forum indosiar.com yang malah jadi ajang diskusi, dan kemudian berujung pada Forum Indosiar yang sekarang berubah nama menjadi Forum Lautan Indonesia. Dalam Indosiar RespondOnline tersebut, gua pertama kali bertemu dengan seorang teman di Internet pertama. Namanya Ilham Rafjon.

Di forum Indosiar tersebut, kami banyak bikin ulah. Mulai dari cela-cela penggemar “Meteor Garden”, bikin flaming dan sebagainya. Dari situ, kemudian berkembang keInilah awal dari kontak dan hubungan dunia maya hingga sekarang.

Dalam email Yahoo gua banyak sekali catatan-catatan sejarahnya.

Messenger dari Yahoo!

Logo mIRCPada saat itu masih terkenal mIRC (Microsoft IRC). mIRC merupakan perangkat lunak untuk Internet Relay Chat atau percakapan daring yang jalan di atas sistem operasi Windows. mIRC diciptakan tahun 1995 oleh Khaled Mardam-Bey, berguna untuk berbincang (chatting) antar sesama pengguna mIRC di seluruh dunia. Perangkat lunak ini memiliki pengguna terbanyak dalam kategori chatting, terbukti setelah perangkat lunak ini diunduh sebanyak 9.129.578 kali dari CNET pada Oktober 2007. Nielsen-Net memasukan mIRC ke dalam daftar “10 applikasi internet terbaik” tahun 2003. (sumber : Wikipedia.org).

Setelah itu, baru yang pertama gua coba adalah Yahoo! Messenger yang IDnyapun gua gunakan sampai saat ini.

Tahun 2003, MSN Messenger mulai berkembang dan banyak orang kemudian menggunakan MSN Messenger (kini Live Messenger) untuk ber-chatting, terutama kalangan anak muda. Kalangan dewasa masih bertahan pada Yahoo! Messenger. Kini di tahun 2009an, Yahoo! Tampaknya kembali banyak mendapat perhatian khusus. Mulai banyak yang kembali menggunakan Yahoo! Messenger sebagai software chatting mereka.

Berbicara Tentang Koneksi Internet

Era RadNet & WarNet

Koneksi internet dialup yang lambat tidak terlalu berpengaruh pada saat itu. Dialup dengan kecepatan 56,6 kbps sudah dianggap wajar. Bahkan, pada saat itu kami tidak dapat membayangi bagaimana nikmatnya menggunakan koneksi internet berkecepatan tinggi. NAMUN, wacana dengan koneksi internet dengan speed tinggi sudah mulai menjadi perbincangan pada saat itu. Tercatat pada tanggal 26 Juni 2002, wacana/pembicaraan mengenai koneksi internet broadband dan kabel sudah mulai ada dengan Ilham Rafjon. Bagaimanapun,

Dialog tentang BroadbandDi dalam pembicaraan tersebut sudah termuat beberapa ISP lokal yang menyediakan jasa internet seperti RadNet, LinkNet, IndosatNet, CBNNet, dan lain-lain dan perlu anda ketahui, pada saat itu saya menggunakan jasa internet dial-up yang dipegang oleh ISP RadNet. Masih menggunakan koneksi dialup, hanya saja pembayaran provider dialihkan ke RadNet sebagai jasa layanan internet.

RadNet ini sendiripun tampaknya sudah lama digunakan oleh bapak saya. Sebelumnya bapak saya menggunakan IndosatNet sejak tahun 1996 hingga tahun 1998, tapi karena ada masalah di tahun 1998 akhir, akhirnya sejak awal 1999 bokap gua beralih ke RadNet (yang kebetulan kantornya satu gedung dengan kantor bokap gua saat itu, Plaza 89,  Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan)

Saat itu promosi iklan mengenai telkomsel instan sebagai koneksi internet tanpa berlangganan dari telkom sudah mulai muncul. Masih inget iklan “0-8-0-9-8-9 empat kali”? Ya, koneksi dial-up dengan nomor kontak 080989999 dari telkom ini mulai merebak. Lambat. Hihihi… Tapi ada satu pemecahan, rumah gua yang dulu punya 3 line telephone itu, di momor yang pertama dan kedua (7403327 dan 7413103) bisa mengakses koneksi internet jauh lebih cepat dibanding yang terakhir 74710335 menggunakan dial-up.

Lalu mulai merebak wacana kabelnet yang unlimited (tanpa batas waktu atau penggunaan) di tahun 2002 akhir yang diawali oleh Kabelvision (kini diambil alih oleh First Media dengan FastNetnya itu). Tapi sayang, kabelnya tidak sampai ke wilayah gua. Jadi.. Tetap bertahan di dial up.

WarNet Dial Up, 56,6kbps (downstream)

Ada kalanya gua merantau ke warnet (warung internet). Tapi GILA!!! Bayangin, warnet-warnet tersebut menggunakan dial-up sebagai koneksinya (56,6kbps), dan dibagikan ke sekian banyak user (rata-rata 6 – 8 komputer). Bayangin! Bayangin! Bayangin!

Downstream adalah merupakan bandwith atau arus data yang dikirimkan dari  penyedia pelayanan ke pengguna (seperti internet karena ADSL dan modemnya asimetris).

WarNet Kabel, 64kbps (downstream)

Telusur punya telusur, berkelana demi kelana mencari koneksi internet cepat menggunakan motor Oom Joko (dulu gak punya motor sendiri), ada warnet yang downstreamnya 64kbps. Tapi masih mengecewakan, tidak jauh-jauh dari  dial up..😦

Warnet BroadBand, 1mbps (downstream)

Solaris namanya. Posisinya di Ratu Plaza, Sudirman. Juni tahun 2003-an gua sering kesana bareng Brian, teman lama gua. Speednya 1 mbps, tapi dibagi ke 20 komputer… Bayangin aja… T_T

Era ADSL (Assimetric Digital Subscriber Line)

Di akhir 2003, telkom mempromosikan layanan ADSL (Assimetric Digital Subscriber Line) walau belum dipromosikan layanan Speedy-nya, RadNet sudah lebih dulu mempromosikan layanan jasanya bekerjasama dengan telkom. Akhirnya Juli 2004 dimulailah koneksi ADSL. Akses internet berkoneksi cepat pertama yang gua rasakan. Dengan harga modem Rp. 600.000,- (modem yang sering bikin BSOD [blue screen of death] entah kenapa), biaya langganan bulanan Rp. 450.000,-, penggunaan yang limited dengan quota 500mb sebulan dan speed 384kbps. Setiap kelebihan quota per-MB-nya dikenakan biaya Rp. 150,- jika tidak salah. Ini sudah mendewa dulu.

Banyak sekali yang gua lakukan, mulai mendownload banyak sekali software-software, film-film, hingga membuat server sendiri. Gila kan?!

Akhir dari era ini adalah ketika habisnya masa bonus. Jadi, 3 bulan pertama kita diberikan bonus dimana kita diberikan gratis yang tunggakan ketiga bulan tersebut dibayar di akhir bulan ketiga (total). Tak dinyana, di saat kami harus membayar, tagihannya menunggak hingga Rp. 4.850.000,-. Langsung ayah saya datang ke studio saya, bilang, “Stop ndi! Stop! Matikan! Tagihan 5 juta!” dan setelah itu selesai pula penggunaan ADSL kami.

Kembali ke Dial Up

Akhirnya gua kembali ke koneksi dial up. Saat itu kami sudah tidak lagi menggunakan layanan RadNet karena ada masalah : ADSL yang menggunakan layanan RadNet tidak kami bayar. Terpaksa kami beralih ke Dial Up milik telkomsel : TelkomNet Instan. 080989999, ID: telkomnet@instan dan password : telkom.🙂

Modem legendaris itupun akhirnya rusak, gua berubah menggunakan modem di laptop gua sebagai koneksi dial up gua di pertengahan tahun 2006.

Era telkomnet berlangsung dari Oktober 2004 hingga akhir 2006, sampai pada akhirnya koneksi telpon gua diputus karena masalah keluarga yang berhubungan dengan kuangannya. Haha… Gua yang hidup di dunia maya ini harus dihabisi begitu saja.

WiFi, hanya sebentar

Punyanya laptop membuat gua heboh mencari koneksi wifi. Tapi tidak nyaman karena nyolong. Bukan nyolong sih, nebeng lebih tepatnya. Tapi gua terpaksa mencari kesana kemari, membuat gua pusing. Demi gua bisa merasakan koneksi internet

Kadang suka buang uang buat ke cafe bersama Arman atau Aci dulu, nongkrong di pinggir jalan. Tapi karena ketidaknyamanannya, ini membuat gua hanya sebentar menggunakan WiFi. Dan diakhiri dengan kenop wifi laptop gua patah.

Kembali ke WarNet

Akhirnya, kebutuhan gua akan internet berkurang gratis. Gua bukan lagi internet user sampai tidak sadar bahwa di lingkungan sekitar gua, internet sudah menyebar, tidak aneh. Sementara gua? Masih pengguna warnet yang untuk mengakses internet butuh perjuangan waktu, tempat dan ruangan.

Gua tidak hidup di warnet, bahkan gua menghilang dari dunia permaya-an. 2,5 tahun bukan waktu yang sebentar. Kadang gua iri dengan teman-teman gua yang menggunakan ADSL karena ADSL sudah umum dan murah, tapi gua gak punya koneksi telepon yang menyupport ADSL.

FirstMedia kemudian mulai mewabah. Teman-teman, sahabat-sahabat dan saudara-saudara mulai menggunakannya. Gua sendiri? Kabel masih belum masuk ke daerah gua yang udik ini. Gua iri lagi.

Era Broadband Internet

Akhirnya masa ini datang. Pertengahan 2008, sahabat gua, Ignas membeli modem Huawei dan kartu IM2 sebagai ISPnya. Sampai sekarang ia masih menggunakan koneksi ini.

Bokap gua juga menggunakan koneksi CDMA Mobi dengan modemnya Wellcomm Aiji. Yang akhirnya dihibahkan ke gua bulan Maret 2009 ini. Tapi karena CDMA 1x dari Mobi error yang pernah gua bahas disini gua sempat kecewa. Dan terakhir, akhirnya gua bisa merasakan internet berkecepatan tinggi masih dari Mobi dengan modem baru yang gua miliki dengan speed lebih dari 1 mbps. Gua pernah mereviewnya disini.

Bagaimana kegembiraan gua? Gua pernah nulis disini –> buka ya…

Dan satu lagi, gua ngucapin makasih buat semuanya. Orang-orang di negara ini yang telah mengusulkan tentang koneksi internet murah dan flat, impian-impian kami, orang-orang yang bergantung kepada kalian para penguasa serta pengusaha di negeri ini.

Sekarang, gua bisa berinternet ria dengan uang gua sendiri tanpa batas.

Sekali lagi, makasih banyak… Gua terharu..

, , , , , , , , , , , , ,

  1. #1 by Fajrin Manuvra on 3 Desember 2009 - 07:27

    terima kasih atas infonya bung ^^
    suses selalu

    • #2 by Penulis on 4 Desember 2009 - 00:59

      Makasih bung Fajrin!🙂

  2. #3 by sinyo on 13 Mei 2013 - 03:17

    om tau caranya ngoprek Mobi gak, papan sirkuit modem gw pada putus kabelnye. mubadzir kalo dibuang. jaman gw beli nih modem masih setengah juta

  1. Tweets that mention Sejarah Perinternetan Konvensional Gua & Indonesia (Opini) « Andi Pancaran Media -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: