ERK – Banyak Asap Disana : JUARA 2!!!

Rugi saya, JIKA membatalkan janji saya untuk hadir ke Taman Ismail Marzuki dan pergi ke rumah teman saya. Tapi saya tidak merasa rugi ketika saya harus membatalkan janji saya dengan teman saya dan HADIR di Malam Penganugerahan (Awarding) dari Kontes Video Clip “Video Melulu” yang diadakan oleh Hai Online.

Sebelumnya, videonya bisa anda lihat di beberapa links:
1. FaceBook Video (Efek Rumah Kaca – Banyak Asap Disana)
2. Vimeo Streaming Video (Efek Rumah Kaca – Banyak Asap Disana)

Kompetisi pembuatan video clip dari group band Indie, Efek Rumah Kaca ini sudah berlangsung selama kurang lebih 6 bulan dan selama ini belum apa kepastian. Kepastiannya baru muncul tanggal 3 Desember kemarin, bahwa video clip yang kami garap, besutan 2 sutradara bersaudara: Hubert Aria Ximenes Famosando serta Wolfgang Sigogo Xemandros tersebut masuk dalam 10 besar finalis kompetisi “Video Melulu” yang pernah dibahas di sini.

Perjalanan berlangsung cukup memusingkan mengatur kedua jadwal. Sore itu di P20 jurusan Lebak Bulus – Pasar Senen, sekitar Pk. 18.45, dan Pk. 19.00 ada dua janji: harus ke Cawang atau ke Taman Ismail Marzuki. Pilihan cepat dan kata hati gua, “Gua harus ke TIM. Gua yakin, Sando menang” pikir gua. Sebelumnya, siapa Sando? Dia teman kami sejak SMA, 2 tahun dibawah (seharusnya), tapi karena suatu kesalahan yang gua perbuat menjadi 1 tahun dibawah saya. Beliau juga merupakan editor senior di STUDIO DG. Satu orang yang memegang peranan penting ada tidaknya sebuah karya, baik komersil maupun independen.

Gua hadir terlambat 23 menit (Pk. 19.23) dan langsung disambut oleh Sando untuk menerima undangan dan masuk ke Studio 1 Cineplex 21 TIM (yang memang diperuntukkan untuk screening dan sebagainya). Acara belum dimulai, beruntunglah saya. Duduk terpisah bukan masalah. Sando dan kawan-kawan di row A, sementara gua di row B (depannya)

Sebelumnya saya ingatkan lagi, bahwa saya berada di posisi 1 dari 10 peserta. Jadi bukannya membesar-besarkan  dan tidak imbang, namun, yang saya tulis ini adalah tentang nasib “Efek Rumah Kaca – Banyak Asap Disana” besutan Sando & Ogeng.

Akhirnya acara dimulai. 2 orang cowok MC pelawak-jayuz-tae-anak IKJ (Institut Kesenian Jakarta) gakjelas itu mulai merajai panggung. Hehe.. Tapi okelah, kreatif. Akhirnya screening ke 10 finalis diputar. Lampu mulai dimatikan. Colour Bar di layar (karena pemutarannya menggunakan proyektor serta video digital) sudah menyala. Tau nggak bertapa deg-degan-nya gua? Gua cuma sebuah kecil dari bagian pembuat. Seberapa deg-degan gua? Mulai dari melihat layar Studio 1-nya XXI yang cukup lebar, shooting dengan handycam seharga Rp. 2 juta dan di puter di layar sebesar itu? Apa kabar, yaw?! Lalu, usaha Sando, Ogeng, gua, Anggi yang membantu, Sando yang menjadi head dan Ogeng yang mati-matian mendukung adeknya. Sesekali melihat mereka ke belakang. Mereka duduk dengan tampak tenang, tapi mata Sando yang tidak berkedip samasekali.

Jujur gua khawatir, jika sampai tidak masuk, pasti mereka sangat terpukul. Sando yang membuang uang kurang lebih Rp. 2.000.000,- untuk memproduksi ini, 3 orang saudaranya Sando yang disitu, 2 orang sutradara dan 4 orang teman lainnya (termasuk gua) yang menunggu dengan harap-harap cemas.

Video mulai diputar. Video pertama menampilkan video clip “Balerina” karya Anggoro Dwi Handoko dan kemudian yang kedua, tak kami sangka, “Banyak Asap Disana” karya Sando dan tepuk tangan bergemuruh membuat gua harus menahan lonjakan emosi. Sebuah suara yang sudah lama tidak gua dengar mengakhiri karya kami. 8 video terakhirnya cukup bervariasi, ada yang membuat gua heran kenapa mereka masuk finalis, ada yang gua kagumi juga.

Screening selesai dan saatnya pembacaan penganugerahan. Dimulai dari juara ke-3. Cara penginformasian juaranya adalah dengan memutar video pemenang. Juara ketiga diraih oleh Yonathan Widodo dengan video clipnya “MOSI TIDAK PERCAYA”, dan juara kedua diraih oleh HUBERT FAMOSANDO serta WOLFGANG XEMANDROS dengan “BANYAK ASAP DISANA”. Dan juara pertama diraih oleh 2 orang mahasiswa Yogyakarta, Wastu & Rezza dengan “BALERINA”-nya.

10 Finalis "Video Melulu"

Sebuah kebanggaan yang luar biasa melihat kawan dekat saya ada di depan panggung, sambil berterimakasih dengan 102 anak jalanan yang di-candid olehnya dan masuk dalam video clip tersebut.

Ndo, jujur gua bangga. Bangaaa banget. Selalu begitu, gua gak peduli apa itu karya gua atau bukan, atau apapun itu, tapi kebanggan gua untuk siapapun, untuk orang yang memang gua yakin gua pantas membanggakan orang itu. Walaupun ndo, kalo berhenti berkarya, tentu juga kebanggaan gua sebatas itu. Kadang gua inget dari elo masih pendiem dan nulis “Nama gua Sando dan saya tidak cadel” di tembok STUDIO DG 4 tahun lalu sampai elo berdiri di depan situ, bersalaman dengan ketiga personil Efek Rumah Kaca dan mendapat penghargaan. Buat Ogeng, gua bangga banget sama rasa sayangloe sama adekloe, gua bangga banget sama otak dan pikiranloe, gua bangga banget sama elo yang setulus hati bekerja dengan penuh optimisme. Salut buat kalian berdua. Walaupun setelah itu Sando meng-SMS gua “Kentang nih..” (juaranya).

Wolfgang & Sando (kiri ke kanan bawah) dengan ketiga personil Efek Rumah Kaca

Acara selesai dan saatnya beberapa wartawan memotret dan mewawancara Sando. Sementara gua, Anggi, Odong dan… Siapa satu lagi? Lupa.. :p ngobrol. Beberapa kali gua diminta untuk motret mereka. Hehe.. Dapat kesempatan berbicara dengan personil efek rumah kaca, gua terutama dengan Kholil (vokal dan gitaris). Sando bicara, ditanya tentang tekhnis, waktu dan budget pembuatan. Dan gua ditanya sama si Kholil, dia bilang, “Shootingnya pake film, ya” gua bilang, “Enggak, handycam 2 jutaan” dan sautnya, “Koq kayak pake film sih?! Asik banget gambarnya..” banggalah gua.🙂

Ndo, ndo.. Jangan kecewa dan merasa kentang dengan juara 2. Sebelumnya elo juara favorit di kompetisi Nah Ni Nu dan sekarang elo juara 2. Berkaryalah lagi, gua yakin elo akan menjadi juara 1! Juara 2, elo adalah nomor 2 dari 72 orang yang memasukkan video disitu. Jangan kecewa dengan juara 2-nya! Berbanggalah elo karena telah melawan 70 orang sisanya. Gua siap buat ndukung elo — kalian.

Selamat Buat Sando dan Ogeng!!!

Foto-foto lain:

Gua, Sando & Wolfgang

Wolfgang, Sando dan Ibunya

Sando dan Kawan-kawannya

, , , , , , , ,

  1. #1 by sando on 19 Desember 2009 - 02:51

    ya ampun jaw,, ulasannya komperhensif betul..
    makasih bgt loh wa, udah kayak blognya gw jadinya hahaha

    • #2 by Penulis on 19 Desember 2009 - 03:23

      Habis, Gua gak bisa ngasih hadiah apa-apa buatloe, Ndo.. Naikin gajiloe gua belom sanggup… :p ya sudah, ini satu-satunya cara gua buat ngasih elo hadiah… Publish ini!🙂

  2. #3 by wolfgang xemandros on 19 Desember 2009 - 11:39

    thnx, zawa.
    Sebenernya ini karya Sando sepenuhnya.
    Gue cuma bantu2 kuatin konsep yang udah dia punya.

    Ayo, san. Uji di Young Film Director Citra Pariwara 2010!

  3. #4 by ste on 15 Mei 2011 - 11:44

    weis,genk, gw baru liat ttg hal ini..hahaha..ketinggalan berita,maklum bkn org “dunia maya”..hhahaha…Sip!..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: